Layanan Budi Daya Ikan Jogja Terbaik I Benih Ikan dan Konsumsi
  • facebook
  • Instagram
  • twitter

Layanan Budi Daya Ikan Terbaik Yogyakarta

Alhamdulillah, semakin banyak yang percaya dengan Pelayanan budi daya ikan Antok Farm.

Bandingkan ketepatan, kecepatan, harga dan fitur layanan Antok Farm dengan jasa Jual Benih lainnya. Tim kami telah membandingkan dengan yang lain dan Budi Daya Benih Antok Farm adalah yang termantap dalam kualitas dan Harga yang murah. Paling direkomendasikan untuk Pemberdayaan, dinikmati, diedarkan, dibagikan dan disebarluaskan.

Antok Farm menyediakan benih ikan antara lain :

1. Telur/Larva Ikan Gurami

2. Benih Ikan Gurami

3. Benih Ikan Lele (Masamo, Sangkuriang, Paiton)

4. Benih Ikan Nila (Gesit, Monosex)

5. Benih Ikan Patin

6. Benih Ikan Bawal

7. Benih Ikan Mas

8. Benih Ikan Graskap/Grass Carp

9. Benih Ikan Tawes

10. Benih Belut

11. Dan Benih Ikan Lainnya


Untuk harga Benih Ikan silahkan melihat gambar brosur harga di bawah ini.

Benih Ikan Nila

Cara Penebaran Benih Ikan Nila

By antOK - October 11, 2016
JUal Benih Ikan Mujair

Tentunya bagi calon pembudidaya ikan nila, banyak pertanyaan yang muncul. Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh calon pembudidaya ikan adalah " Berapa padat tebar benih ikan?" Biasanya digunakan rasio perbandingan  jumlah benih ikan /m2. Berikut kami sampaikan tips penebaran benih ikan nila.

Membeli atau mendatangkan benih ikan nila untuk digunakan pada kegiatan pembesaran dapat dilakukan apabila wadah pembesarannya sudah siap secara teknis. Setelah benih ikan tiba di lokasi, suhu air di dalam kantong disetarakan dengan suhu air di dalam wadah pembesaran. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menempatkan kantong plastik di atas air dan membiarkannya sekitar 5—15 menit, tergantung kondisi benih ikan nila di dalam kantong. Jika ternyata kondisi benih ikan nila di dalamnya lemah, sebaiknya kantong plastik langsung dibuka, lalu air dimasukkan ke dalam wadah pembesaran sedikit demi sedikit. Dengan demikian, suhu air di dalam kantong kurang lebih sama dengan suhu air di dalam wadah pembesaran. Tujuan lain dari perlakuan tersebut adalah agar benih ikan nila relatif cepat dalam mendapatkan air yang segar. Semua proses adaptasi benih ikan nila ini dikenal dengan sebutan aklimatisasi. Jika kondisi benih ikan yang akan ditebar tidak terlalu sehat, perlu dilakukan antisipasi untuk menghindari benih dari penyakit. Caranya, benih ikan direndam dalam larutan kalium permanganat dengan konsentrasi 4—5 ppm dalam waktu 15—30 menit. Hal ini dilakukan agar benih ikan nila tidak terinfeksi serangan penyakit ikan nila. Padat tebar benih ikan nila berbeda-beda, tergantung kolamnya. Untuk kolam air tenang, kepadatannya cukup 10 ekor/m2. Jika yang digunakan selama pemeliharaan di KAT adalah pakan di bawah standar atau menggunakan sumber bahan pakan yang kandungan proteinnya di bawah 26%, padat tebar dapat dikurangi hingga 5 ekor/m2. Sementara itu, jika kolam yang digunakan berupa kolam sistem air mengalir, padat tebarnya bisa ditingkatkan hingga 20 ekor/m2. Untuk pemeliharaan di keramba jaring apung (KJA), padat tebar yang dianjurkan adalah 40—50 ekor/m2. Kualitas air selama pemeliharaan sangat menentukan daya dukung wadah. Artinya, semakin baik kualitas air wadah budi daya, akan semakin tinggi kemampuannya untuk mendukung pertumbuhan ikan nila.


Semoga Bermanfaat!!


Sumber: Buku Pembesaran Nila 2,5 Bulan dan pertanianku.com
  • 0 Comments
  • Share:
Benih Ikan Mas

Heboh Sawah Penuh Ikan Emas Di Jogja

By antOK - October 03, 2015

Beberapa waktu yang lalu kita sering melihat foto di jejaring sosial Facebook yang membuat takjub dan kagum banyak kalangan. Foto yang diunggah tersebut contoh system MINA PADI yang berhasil dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Bimomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mina padi adalah sistem penanaman padi dalam satu lahan persawahan yang dipadukan dengan pengembangbiakan komoditas perikanan (Udang Galah,  ikan mas, ikan nila, dan berbagai jenis ikan) didalamnya. Untuk mina padi di dusun Ngemplak, Sleman, Yogyakarta yang telah berhasil dikembangkan adalah Padi dengan Ikan. Ikan yang dipelihara disini adalah babyfish alias benih atau bibit ikan mas yang ditebar ditengah sawah pada saat musim tanam. Tetapi lahan persawahan yang dipergunakan untuk sistem mina padi tentu saja yang masih alami dengan menerapkan pertanian organik agar sawah bisa juga untuk memelihara ikan, seperti halnya persawahaan di Desa Ngemplak, Sleman, Yogyakarta dan sekitarnya. Setelah menebar benih, petani di dusun ini dapat memetik hasilnya secara bersamaan.

Kunci sukses Mina Padi setidaknya memiliki lahan 1 hektar lebih, lahan sawah berada ditempat yang memiliki sistem pengairan yang kaya akan air tanpa henti ,sawah harus subur, alami dan bebas banjir ,sebelum padi ditanam dan benih ikan ditebar, tebarlah dulu pupuk dasar dilahan sebagai makanan alami padi dan ikan nantinya . Buatlan semacam sungai kecil dipinggir sawah, tapi jangan terlalu dalam dan lumpur dari hasil korekan dibuang ke tengah sawah untuk tanaman padi nantinya : lebar yang dokorek sekitar 30-50 cm dengan kedalaman hanya 40-50 cm.


Lebih lanjut pengunggah foto di facebook "Milah Yabmob" menjelaskan, tanamlah padi dengan rapi agar ikan-ikan nantinya bisa menjadikan tempat main dan mudah mencari makanan disela-sela padi. Kebanyakan Mina Padi untuk proyeksi babyfish sedangkan untuk pembesaran ikan juga bisa tetapi lahannya harus lebih luas lagi sehingga tidak mengganggu perdu padi. Benih ikan ditebar setelah umur tanaman padi 6 atau 10 hari (sudah diyakini padi tidak rebah). Ikan yang ditanam bisa ikan mas dan nila, mujair, tawes,” tutur Milah Yabmob menjawab semua pertanyaan dari para pengunjung yang komentar di akun faceboknya.


Imbuhnya lagi, petakan sawah harus selalu dikontrol agar tidak bocor dan ikan bisa keluar, selalu rajin mengontrol perkembangan pertumbuhan ikan. Untuk pembesaran ikan bisa dipanen setelah 90 hari sebelum padi dipanen dengan catatan berat ikan sudah mencapai 60 gram. Untuk panen babyfish bisa dilakukan setelah ukuran yang ditentukan sudah pas, biasanya setelah 30 harimaksimal 40 hari. Untuk pertumbuhan ikan, tebarlah dedak dan makanan alami lainya. kualitas air harus selalu dikontrol dan diusahakan tidak terkomtaminasi zat kimia yang bisa membahayakan ikan dan keberadaan tanaman padi,” pungkasnya.


Semenjak diunggah 3 foto Mina Padi di akun jejaring sosial facebook pada hari Minggu (01/02/2015) sudah mencapai  4.795 yang ikut menanggapinya dan 3,322 dibagikan.  Andaikan system Mina Padi ini digalakan oleh dinas terkait , kemungkinan bisa mengangkat sumber pendapatan para Petani. Dengan tumpang sari Mina Padi ikannya bisa panen 3x selama 3 bulan masa padi bisa panen. jadi sebelum padi dipanen babyfish sudah di panen duluan sehingga tidak merusak padi. anakan ikan mas cepat panen karena pertumbuhannya lebih cepat apalagi hidupnya di sawah organik.


Semga bermanfaat!

Sumber: suryajagad.net
  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Peluang Ikan Nila Menggantikan Peran Ikan Gurami

By antok Farm - February 27, 2015

Ukuran yang besar membuat ikan nila menjadi pengganti dari ikan gurami di kalangan konsumen rumah makan maupun masyarakat setempat, kata Asep, salah satu pengelola rumah makan di Ciamis. “Ikan nila untuk ukuran besar bisa menggantikan ikan gurame, baik untuk masakan digoreng maupun pepes. Peminatnya pun terus meningkat,” kata Asep Nuryana salah seorang pengelola rumah makan di Ciamis, Minggu.

Mahalnya ikan gurami dan sulitnya pasokan  serta dengan ukurannya yang tidak terlalu besar, menjadikan ikan nila besar pengganti ikan gurami. Sebaliknya, ikan nila ukuran dua sampai tiga ekor satu kilogramnya pasokan lebih banyak. Selain itu harganya cukup murah, sedangkan dagingnya cukup tebal. “Bila ada ikan nila yang ukurannya besar, buat apa cari gurami yang sulit didapat dan mahal. Mengenai cita rasa tergantung kita mengolahnya saja, dan ternyata penikmatnya banyak,” kata Asep.

Selain untuk digoreng, ikan nila ukuran besar maupun kecil juga bisa dihidangkan dengan cara dipepes seperti ikan mas. “Ikan nila diolah secara dipepes bisa menjadi nilai tambah, dan peminatnya banyak dan bisa dijual dengan harga lebih murah,” kata Asep.

Berkisar Rp 24.000,- sampai Rp 25.000,-  per kilogram sudah mendapatkan ikan nila dengan ukuran sekilogram tiga ekor, sedangkan harga gurami bisa mencapai di atas Rp 35.000,- per kilogram nya. Petani di Ciparay yang bernama Dede, mengakui adanya peningkatan permintaan ikan nila dari rumah makan, yang menyebutkan ikan nila pasokan dari Cirata saat ini banyak masuk ke rumah makan, “Permintaan ikan nila ukuran besar memang cukup bagus, harganyapun cukup tinggi dibandingkan ukuran biasa,” kata Dede menambahkan. 

(Sumber : AnalisaDaily, budidaya ikan)
  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Keunggulan Ikan Nila

By antOK - January 23, 2015

Kali ini kami akan membahas keunggulan Ikan Nila atau Ikan Munjaer. Ikan Nila merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal sebagai Ikan Konsumsi. Ikan ini bisa tumbuh dan besar hingga mencapai bobot 1 kg. Dagingnya gurih dan kandungan proteinnya tinggi. Sebagaimana kita tahu kandungan gizi ikan air tawar cukup tinggi dan hampir sama dengan ikan air laut, sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup. Tingginya kandungan protein dan vitamin membuat ikan yang mudah dibudidayakan ini sangat membantu pertumbuhan anak-anak balita. Anda barangkali sudah memperoleh penjelasan dari banyak-banyak penyuluhan tentang kualitas hidup, bahwa kandungan protein yang tinggi dapat membantu pertumbuhan otak dan tubuh kita.



Dibandingkan dengan negara-negara lain, konsumsi ikan per kapita per tahun di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yaitu 19,14 kg. Hal ini sangat disayangkan, terutama mengingat betapa besar peranan gizi ikan bagi kesehatan. 
Untuk mengatasi masalah rendahnya konsumsi ikan laut akibat harganya yang relatif mahal, perlu upaya pengembangan budidaya ikan air tawar, terutama disseminasi (penyebaran informasi tentang mengenalkan budidaya ikan air tawar).
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet di masa yang akan datang.
Ikan dapat digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu ikan air laut, air tawar, dan air payau atau tambak. Ikan yang hidup di air tawar dan air laut sangat banyak, pembedaannya hanya dibedakan menjadi golongan yang dapat dikonsumsi dan golongan  ikan hias.
Lingkungan hidup ikan air tawar adalah sungai, danau, kolam, sawah, atau rawa. Jenis ikan air tawar yang umum dikonsumsi adalah sidat, belut, gurame, lele, mas, nila merah, tawes, karper, nilem, tambakan, sepat siam, mujair, gabus, toman, betok, jambal, dan jelawat.Berikut kami sampaikan keunggulan Ikan Nila:
  1. Ikan ini sebagai ikan konsumsi, harganya lebih murah dibandingkan ikan lainnya.
  2. Ikan ini dapat dipelihara di pekarangan, dengan kolam tanah, kolam terpal ataupun kolam tangki.
  3. reproduksi ikan nila mudah dan pertumbuhannya relatif lebih cepat dibandingkan ikan lainnya.
  4. jenis ikan ini, bersih. Karena menyukai air hangat, mengalir dan bersih. Berbeda dengan ikan lele.
  5. waktu pemeliharaan yang pendek.
Dari keunggulan-keunggulan tersebut, ikan nila lebih cocok untuk dibudidayakan di areal pekarangan sebagai Penyedia Protein Keluarga.
Bibit atau benih Ikan Nila dapat diperoleh dari 2 (dua) cara, diantaranya dari Ikan Kecil yang bisa didapat dari Penjual Bibit. Biasanya ukuran panjang ikan kecil ini antara 2 s.d. 6 cm. Harganya beragam. Larva akan lebih murah dan bisa banyak sekali. Biasanya penyedia larva Ikan Nila menjual minimal 1 box sebanyak 50 ribu s.d. 100 ribu.


Sumber: herdinbisnis
  • 0 Comments
  • Share:
Benih Ikan Lele

Budidaya Ikan Tawar di Papua

By antOK - October 03, 2014

MANOKWARI – Masyarakat Kampung Suwiam Distrik Ayamaru Utara Timur, Kabupaten Maybrat, belakangan ini mulai mengembangkan budidaya ikan air tawar mujair, lele, mas, nila dan gastor secara besar-besaran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Agustinus Na, salah seorang petani ikan di Kampung Suwiam, ketika ditemui di Manokwari, Rabu, mengatakan, pemerintah Provinsi Papua Barat mulai memberikan perhatian pada pengembangan budidaya ikan air tawar ini, karena cocok dengan potensi sumber daya alam setempat.

Dia mengatakan, dirinya sebelumnya bekerja sebagai seorang nelayan, namun mencoba keberuntungan menjadi petani tambak ikan air tawar, dimulai dengan lima tambak ikan mujair dan ikan lele yang menunjukkan hasil prospektif, lalu menambah jenis ikan.

Usaha awal yang ia rintis itu, diakuinya, menjadi alasan untuk mencoba mengajukan proposal ke pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Usaha awal di lapangan kami gunakan sebagi pertimbangan ke pemerintah melalui proposal untuk memberikan modal usaha, sehingga akhir tahun 2012 lalu pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp1 miliar, modal itu saya gunakan untuk pembangunan kolam baru sebanyak 115 , membeli bibit ikan mas, ikan nila, ikan mujair ikan lele dan gastor sisanya untuk membangun penampungan air dan rumah tinggal di sekitar tambak,” kata Agustinus.

Ia mengatakan, pemerintah memperlihatkan keberpihakan terhadap masyarakat Papua Barat yang berusaha mengubah kesejahteraan keluarga lewat usaha ekonomi kreatif. “Jika tidak ada campur tangan pemerintah, maka masyarakat tidak merasakan sentuhan pembangunan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, banyak masyarakat Papua Barat yang menekuni berbagai macam usaha dengan modal minim, setelah mendapat sentuhan pemerintah dengan baik, bisa berprestasi dalam usahanya.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah karena dengan begini, usaha saya sekarang lancar dan melalui usaha ini juga kami telah menyerap beberapa pemuda sebagai tenaga kerja tetap dengan penghasilan cukup. Dalam waktu dekat kami koordinasikan dengan pihak terkait, baik di tingkat pemerintah provinsi dan kabupaten untuk turut hadir dalam rencana panen raya yang diagendakan awal tahun depan,” ujarnya. 

Sedangkan untuk benih ikan mujair, lele, mas, nila, gurami, patin, bawal dan lainnya bisa didapat di www.jualbenihikan.com


Sumber:  goodpapuakomin.com - antara
  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Harga Ikan Tawar Naik hampir 100% (Peluang Besar Bagi Pembudidaya Ikan)

By antOK - June 29, 2014
Jual benih ikan mujaer nila mas gurami

Ini bisa menjadi berita baik bagi petani ikan di Indonesia. Beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat, misalnya, harga berbagai jenis ikan tawar naik hampir 100% jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Di sejumlah pasar tradisional di Tasikmalaya, Bandung, dan Ciamis, harga ikan mas yang semula hanya dijual Rp18 ribu per kg, kini naik menjadi Rp25 ribu per kg.
Begitu juga harga ikan mujair dari Rp18 ribu menjadi Rp23 ribu/kg, ikan kakap merah dari Rp20 ribu kini Rp37 ribu/kg, dan ikan gurame / gurami semula Rp45 ribu/kg kini Rp55 ribu/kg.
Semoga petani ikan di Indonesia bisa mengambil peluang ini!


Sumber: Media Indonesia
  • 0 Comments
  • Share:
Benih Ikan Bawal

Kolam Terpal Semakin Diminati Petani Ikan Lele, Nila, Mas di Pontianak (Kalimantan Barat)

By antok Farm - November 10, 2013
kolam terpal benih ikan

Salah satu usaha di sektor perikanan darat yang menjadi primadona dan digemari oleh masyarakat adalah kolam terpal. Kolam ini memiliki potensi besar, jenis usaha ini juga sangat mudah dilakukan oleh masyarakat karena tidak harus ditempatkan dilokasi yang besar. Di lahan sempit, kolam terpal pun bisa dibuat. Heri Irawan, Landak
JAIDU misalnya. Ketua Unit Perbenihan Rakyat (UPR) Babanto tidak merasa heran kalau saat ini upaya pengembangan kolam terpal yang ada di daerah Landak sudah cukup diminati oleh masyarakat. Beberapa Desa yang juga sudah menjadi binaan kelompok ini."Usaha ini sudah cukup di minati oleh masyarakat termasuk ibu-ibu juga sudah mengembangkan usaha ini dan sampai saat ini sudah mulai berhasil," tuturnya.
Terkait dengan perkembangan pengembangan usaha tersebut, pihaknya dari UPR Babanto, secara terus menerus akan memberikan dukungan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya yang sudah bergabung dengan kelompok tersebut. Kedepan, lanjutnya,  pengembangan usaha ini tidak hanya berkembang di beberapa Desa saja melainkan juga bisa di kembangkan di daerah lain di Kabupaten Landak.
"Awalnya bukan sebagai usaha pokok melainkan mungkin ada yang hobby tetapi kita yakin setelah usaha tersebut berhasil dan di rasakan oleh yang bersangkutan maka usaha ini akan bisa beralih menjadi usaha pokok artinya hasil tersebut sudah dapat di rasakan oleh masyarakat,"tuturnya.Seraya juga menambahkan bahwa dengan adanya pengembangan usaha ini kedepan dapat akan menambah penghasilan keluarga.
Apalagi yang lebih banyak berperan dan menjadi anggota ini adalah ibu-ibu sehingga akan lebih fokus mengingat keseharian kegiatan ibu-ibu lebih banyak di rumah sehingga pemeliharaan ikan akan lebih optimal. Jenis ikan yang bisa dibudidayakan di sini pun cukup beragam. Mulai dari ikan lele, ikan mas, ikan nila, ikan gurami, ikan bawal, ikan tawes, ikan patin hingga jenis lainnya.
sumber: pontianak post
  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Kualitas dan Aroma Pakan Ikan

By antok Farm - August 23, 2013
Salah satu yang menjadi perhatian pembudidaya ikan adalah aroma atau bau pakan, biasanya bau pakan yang kurang tajam tidak disukai pembudidaya. Arom pakan berasal dari bahan baku yang terkandung dalam pakan karena kesesuaian resep atau formula dari pakan tersebut.

Sumber nabati seperti dedak, tepung kedelai, tepung gadum dan lainnya biasanya memiliki kandungan protein yang rendah. Unsur kandungan hewani yang rendah membuat aroma tidak amis. Tetapi jika pakan sudah berumur lama akan berbau apek.  Ikan nila, lele atau mas disarankan tidak diberikan pakan tersebut, tetapi diberikan untuk ikan.

Bau amis pada pakan ikan terutama berasal dari tepung ikan atau tepung cumi. Tepung tulang yang sering digunakan sebagai sumber protein pada pakan ikan tidak banyak berperan dalam menghasilkan bau amis pada pakan.

Meskipun pakan berbau amis tetapi tidak selalu berhubungan langsung dengan nafsu makan ikan.Adakalanya ikan lebih tertarik pada bau pakan tertentu meskipun baunya tidak terlalu amis. Minyak ikan dan minyak cumi merupakan atraktan yang baik, tetapi bau yang dihasilkan tidak amis seperti tepung ikan. Tepung ikan yang sudah terfermentasi atau mengalami pembusukkan akan menghasilkan bau amis yang lebih tajam, tetapi mutu proteinnya mungkin sudah menurun sehingga kualitas pakan yang dihasilkan kurang baik.

Bau pakan yang khas akan meningkatkan nafsu ikan, artinya ikan akan terangsang dengan cepat untuk mengonsumsi pelet yang diberikan. Tetapi jumlah pakan yang dimakan oleh ikan bergantung dari nilai nutrisi yang terkandung di dalam pakan. Ikan bisa saja makan dengan cepat dan terlihat rakus, tetapi akan segera berhenti makan jika dirasa sudah “kenyang”.

Sementara itu pertumbuhan ikan bergantung dari nilai gizi pakan yang dikonsumsinya dan tidak berhubungan dengan jumlah pakannya atau kecepatan dari ikan tersebut menghabiskan makanan. Meskipun ikan terlihat rakus dan makanan cepat habis tetapi belum tentu pertumbuhannya lebih baik.

Meskipun demikian kita menyadari bahwa jika pakan yang diberikan dapat cepat dimakan oleh ikan maka pakan tidak terbuang dengan percuma. Bahan yang mudah larut, seperti vitamin, tidak akan terbuang ke dalam air dengan sia-sia karena pakan cepat dimakan oleh ikannya. Jadi pakan akan lebih efisien dan air kolam tidak cepat rusak karena pakan yang terbuang.

sumber : trobos


  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Cara Sukses Budidaya Ikan Nila

By antok Farm - July 10, 2013

Ikan Nila sudah tidak asing lagii dilingkungan masyarakat sekitar kita, baik dikonsumsi oleh masyarakat sekitar ataupun dipelihara dan dijualbelikan. Ikan nila adalah ikan sungai yang cocok untuk dipelihara di peariran tenang, seperti kolam. Secara alami ikan nila memakan plankton dan tumbuhan air yang lunak bahkan cacing.


Pemijahan Ikan nila sudah siap bila sudah berumur 4 bulan dengan panjang sekitar 9,5 cm, pembiakan bisa sepanjang tahun tanpa musim. Induk betina bisa menghasilkan 250 sampai 1.000 butir telur dan akan menetas dalam 3-5 hari di dalam mulut induk betina (tergolong ikan Mouth Breeder).
Ciri-ciri  indukan jantan dan betina ikan nila:

·         Dagu nila jantan berwarna kemerahan atau kehitaman, dagu nila betina berwarna putih
·         Sirip dada nila jantan berwarna coklat kemerahan, sirip dada nila betina berwarna kehitaman
·         Perut nila jantan berbentuk pipih dengan warna kehitaman, betina perutnya menggembung dan berwarna putih
·         Alat kelamin nila jantan berbentuk meruncing, betina berbentuk seperti bulan sabit

Pemeliharaan
Untuk pemeliharan di pekarangan bisa dilakukan pada kolam semen atau kolam tanah, daerah pasang surut seperti Banjarmasin bisa dipakai jala atau karamba agar ikan tidak keluar pada saat air pasang. Sebaiknya tinggi air kolam 50-70 cm. Ikan nila dapat dipelihara dengan tingkat kepadatan yang lebih tinggi diganding dengan ikan mas, kepadatan ikan nila pada kolam 10-15 ekor per m persegi dengan ukuran 6-7 cm. Ikan nila mau makan apa saja, seperti sisa makanan, dedak, daun-daunan atau pelet. Ikan nila bisa dikonsumsi bila ukuran berat mencapai 100 gr.

Sumber : caraberternak


  • 0 Comments
  • Share:
Benih Ikan Bawal

Untung Berlimpah dengan Hormon Jantanisasi Ikan Nila

By antOK - July 09, 2013

Ini adalah kisah sukses pembenih ikan dengen hormon jantanisasi ikan. Tiga bulan sekali Agung Wahyudi membeli ribuan benih ikan nila tak jauh dari rumahnya di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ia sengaja memilih benih berusia nol-tiga hari, berbentuk bintik-bintik hitam. Alasannya, di usia itu bibit dalam kondisi gonad atau tidak berkelamin. “Kita masih bisa menentukan sendiri jenis kelaminnya,” kata pria setengah baya ini beberapa waktu lalu.

Caranya sederhana. Cukup dengan akuarium, air, sirkulasi udara, dan kolam tampung seperempat lapangan bulu tangkis di pekarangan rumahnya. Resep khususnya adalah menabur serbuk “ajaib” cokelat muda yang mengandung hormon maskulin ke bibit seharga Rp 5.000 per seribu ekor itu. Takarannya harus pas: 10 gram hormon maskulin dicampurkan ke dalam 80 liter air, yang cukup mengubah 7.000 gonad. Benih direndam 18-24 jam. Lalu ganti air rendaman dalam akuarium dan pindahkan ikan ke kolam tampung setelah berusia dua minggu. “Pertumbuhan sangat cepat. Panen hanya butuh 2-3 bulan,” katanya.
Serbuk yang digunakan Agung adalah hormon metil testosteron buatan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), yang berfungsi mengubah kelamin (sex reversal) ikan menjadi jantan. “Persentase alih kelamin mencapai 94 persen,” kata Adria Priliyanti Murni, pembuat sekaligus peneliti senior Batan. Kementerian Riset dan Teknologi memberi penghargaan hormon Batan sebagai salah satu inovasi paling prospektif sepanjang 2010.
Menurut Adria, proses penjantanan ikan penting untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan produksi ikan nasional. Selain ongkos produksi yang murah, “jantanisasi” ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, karena masa tumbuhnya cepat sehingga panen pun lebih sering. Maklum, seluruh energi ikan pejantan digunakan untuk tumbuh, tidak seperti betina yang sebagian energinya digunakan untuk pematangan telur. Bentuk, ukuran, dan warna ikan jantan pun jauh lebih unggul dibanding si betina. “Butuh Rp 3-3,5 per ekor ikan untuk proses jantanisasi menggunakan hormon buatan Batan,” katanya.
Hormon maskulin Batan lahir menjawab masalah peternak ikan yang kesulitan mendapatkan metil testosteron. Sejak jantanisasi ikan diterapkan di Jawa pada 1998, hanya ada hormon maskulin buatan luar negeri, seperti Cina, Thailand, dan Jepang. Selain mahal, tingkat keberhasilan hanya 60-80 persen.
Inilah yang membuat Adria tertarik meneliti bagaimana menghasilkan hormon maskulin alami nonkimia lewat teknologi nuklir. Akhirnya pilihan jatuh pada limbah testis sapi. Bahan alami ini ternyata memiliki kandungan testosteron tertinggi ketimbang testis mencit, domba, atau kambing yang juga menjadi bahan penelitiannya. Digunakanlah uji radioimmunoassay plus yodium-125 untuk mengukur kandungan testosteron. “Teknologi nuklir yang digunakan tidak berbahaya karena hanya untuk mengetahui nilai konsentrasi hormon,” katanya. Lahirlah hormon maskulin made in Indonesia pada 2007, setelah serangkaian penelitian selama tujuh tahun.
Hormon maskulin dibuat dengan cara mengiris-iris testis sapi menjadi kepingan kecil seukuran 5 sentimeter. Potongan itu lantas dikeringkan pada suhu 60 derajat Celsius. Pada setiap 100 gram tepung testis ditambahkan metil alkohol 70 persen dari total volume. Hormon ini cocok untuk jenis ikan hias dan konsumsi, seperti nila, gurami, lele, patin, kerapu, cupang, lohan, dan koi.
Ahli akuakultur Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Doktor Fauzan Ali, mengatakan, tanpa proses sex reversal, perbandingan benih ikan jantan dan betina adalah 40 : 60. “Setiap kelahiran alami bisa dipastikan lebih banyak ikan betinanya,” kata Fauzan.
Adria memberi catatan, hormon maskulin buatannya bukan tanpa kekurangan. Kematian bibit saat proses sex reversal pun sering terjadi lantaran kurang hati-hati. Penyebabnya ikan menjadi stres. Tapi jangan khawatir, tingkat kematian gonad hanya 20 persen, jauh lebih kecil dibanding hormon dari luar negeri yang mencapai 50 persen. Agung merasakan, dari 35 ribu benih ikan nila yang dibudidayakannya, yang mati sekitar 7.000 benih. “Itu tak jadi masalah,” katanya.
sumber: teknologitinggi.wordpress

  • 2 Comments
  • Share:
antok Farm

Antisipasi Penyakit Pada Musim Hujan

By antok Farm - May 20, 2013

Berkah tersendiri bagi para petani ikan pada musim penghujan ini. Terutama bagi petani yang menggunakan kolam tadah hujan untuk mengandalkan datangnya musim hujan.

Dengan datangnya musim hujan, juga akan datangnya penyakit. Hal ini harus diantisipasi sejak dini agar tidak timbul hal – hal yang tidak kita inginkan, seperti kematian dan akan mengalami gerugian.

1.    Amati dan control semua saluran air dan kualitas air yang masuk ke kolam. Jika air kita yang masuk ke kolam ikan tercemar oleh bahan – bahan kimia akibatnya membahayakan kepada ikan kita.

2.    Perhatikan pemberian makan pada ikan. Sesuaikan dengan kebutuhan ikan dan jangan sampai berlebihan. Jika berlebih, maka akan berpotensi munculnya pathogen di kolam kita dan ini akan sangat membahayakan. Untuk ikan jenis gurame hanya membutuhkan pakan pelet sebanyak 2%  dari bobotikan. Jika ikan kita sudah terlanjur terkena penyakit yang disebabkan oleh adanya pathogen, virus atau bakteri, maka asecepatnya untuk diberi antibiotic yang mengandung enrofloxacine.

3.    Curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kadar asam di kolam akan meningkat. Segeralah diberi probiotik yang bisa menetralkan kadar asam. Sebelum atau sesudah datangnya hujan yang sangat lebat, segera kocori kolam dengan produk PROBIOTIK. 

4.    Jika membeli benihikan. Pastikan ikan yang sehat. 

  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Ketidak Seragaman Pertumbuhan Ikan

By antok Farm - April 05, 2013

Kerugian yang disebabkan karena ditemukan pertumbuhan bibit yang berbeda bisa saja terjadi. Harga untuk ikan yang berukuran kecil jauh berbeda dengan kan yang berukuran lebih besar. Kondisi ini bisa saja terjadi terhadap jenis ikan apa saja, ikan tawar ataupun ikan laut, baik dalam tahap pendederan maupun tahap pembesaran.
Perlu kita ketahui bahwa ada beragam faktor yang merupakan penyebab dari tidak seragamnya ukuran ikan di kolam kita. Faktor yang pertama adalah masalah stok makanan yang berada dalam jumlah yang tidak mencukupi. Apabila makanan yang kita sediakan jumlahnya kurang maka akan terdapat beberapa ikan yang tidak mendapatkan cukup makanan dikarenakan ikan tersebut kalah di dalam persaingan. Akibat dari hal tersebut yaitu ada beberapa ikan yang pertumbuhannya menjadi terhambat, apalagi saat berada dalam kondisi yang ekstrem ikan-ikan yang ukurannya jauh lebih kecil dapat terkena serangan oleh ikan yang ukurannya jauh lebih besar sehingga ikan tersebut dapat mengalami luka-luka bahkan bisa menyebabkan adanya kematian.
Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut ? Salah satu caranya yaitu dengan menambah makan, dengan cara melakukan pemupukan pada kolam atau dengan memberikan jumlah yang lebih banyak untuk jenis pelet (makanan buatan). Namun apabila terdapat perbedaan terhadap ukuran ikan kecil juga besar telah terlanjur terlihat mencolok maka ikan-ikan yang berukuran kecil secepetnya harus segera dipisahkan dari ikan besar, lalu dipelihara di dalam kolam yang terpisah jadi ikan tersebut bisa mendapatkan waktu agar dapat tumbuh dan bekembang dengan lebih baik.

Selanjutnya adalah faktor yang kedua yaitu disebabkan oleh adanya faktor genetic atau keturunan. Biasanya didalam satu kelompok (populasi) ikan yang merupakan berasal dari proses pemijahan yang sama (dapat dalam beberapa induk) biasanya akan ditemukan sekitar 10 sampai 20 % ikan yang mempunyai pertumbuhan jauh lebih lambat dibandingkan yang lainnya, namun sebaliknya akan ditemukan kan yang proses pertumbuhannya jauh lebih cepat jika dilihat dari rata-rata yang sekolam. Oleh sebab itulah perlu adanya tindakan untuk memisahkan ukuran (sortir/grading) pada ikan saat berada dalam tahap pendederan.
Tahap grading sendiri dilakukan agar dapat memilah ikan yang mana saja yang dapat tumbuh jauh lebih cepat dan mana saja ikan-ikan yang mengalami pertumbuhan yang lambat. Jika menemukan ikan yang mengalami pertumbuhan jauh lebih cepat maka ikan tersebut akan mencapai ukuran sebar pada waktu yang sangat singkat jadi ikan tersebut bisa dijual lebih cepat. Sedangkan, untuk pembudidaya yang bergerak di pembesaran ikan kelompok tersebut biasanya dipanggil sortiran pertama, yang selanjutnya dapat dijual dengan mematok harga yang lebih tinggi daripada harga benih ikan yang berukuran biasa. Lalu untuk kelompok terakhir yaitu ikan-ikan yang mengalami pertumbuhan yang lambat, ada baiknya agar ikan tersebut tidak dijual untuk dijadikan benih karena dengan pertumbuhannya yang lambat dapat merugikan anda selaku pembudidaya.
Apabila tahap grading ini tidak dilaksanakan saat berada dalam tahap pendederan maka dapat dipastikan bahwa ukuran beragam disebabkan oleh faktor genetik yang dimana factor tersebut akan selalu berlanjut hingga pada tahap pembesaran. Bahkan ada saatnya ketika tahap pendederan keragaman ukuran tersebut tidak terlihat sangat mencolok jadi anda akan semakin mendapatkan kesulitan saat akan melakukan grading

(sumber : perikanan indonesia)
  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Sampai Presiden Gemar Ikan Nila

By antok Farm - March 26, 2013

Siapa yang tidak mengenal ikan nila, dari dagingnya yang enak juga tingkat komsumsinya tinggi. Dari beberapa pembudidaya ikan nila mengatakan banyak keuntungan yang didapatnnya, salah satunya pembudiya ikan nila, Udiyono (55 tahun) mengatakan, ikan Nila merupakan ikan yang disukai dari presiden sampai tukang pulung.
“Sebab selain rasanya lezat juga mengandung omega tiga yang penting bagi kecerdasan otak,” katanya dalam acara Pencanangan Kampung Nila di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, Senin, (18/3).
Ikan Nila, terang Udiyono yang juga Ketua Kelompok Mina Dadi Rejeki, sangat enak rasanya jika digoreng dan dipepes. “Dari presiden sampai tukang pulung senang dengan ikan Nila karena rasanya enak dan harganya terjangkau,” katanya menerangkan.
Ikan nila, ujar Udiyono, merupakan ikan yang paling mudah dibudidaya. Nila tidak rentan terhadap penyakit, mudah dibesarkan dan dikembangbiakkan.”Di banding Lele, Gurame, dan Patin, Nila jauh lebih tahan terhadap serangan penyakit,” ujarnya.
Sebagai contoh, kata Udiyono, di kolam ukuran 200 m3 disebar 5.500 ekor benih Nila. Namun hanya lima persen saja yang mati. “Ini menunjukkan Nila tahan terhadap serangan penyakit,” katanya.
Nila yang dikembangan Udiyono adalah Nila Larasati. Nila tersebut merupakan hasil perkawinan Nila jantan Pandu dengan Nila betina Kunti. “Nila Larasati ini dagingnya lebih tebal untuk dikonsumsi dibandingkan Nila lainnya. Harganya per kilogram sebesar Rp 14.000,” kata Udiyono.
Saat ini, ujar Udiyono, memang terdapat kesulitan modal. Modal masih berasal dari bank komersial dengan bunga tinggi. Namun ia sudah mendapatkan bantuan pemerintah berupa empat paket induk. Satu paket berisi 100 ekor Nila jantan dan 300 ekor Nila betina.
Selain itu, kata Udiyono, juga diberi bantuan perbaikan kolam dan diberi dua paket induk. Namun ia tetap berharap pemerintah bisa mencarikan solusi masalah permodalan.
Modal kecil, ujar Udiyono, membuat kelompok budidaya nilanya yang terdiri dari 20 orang kewalahan melayani permintaan Nila Larasati. Permintaan Nila ini berasal dari Batam, Kudus, Kebumen, Temanggung, Purwokerto, dan Purbolinggo. (Sumber : Republika, budidaya ikan)

  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Penyakit dan Hama Yang Ada Pada Budidaya Ikan Nila

By antok Farm - January 22, 2013
Budidaya ikan tawar tidaklah luput dari penyakit dan hama dalam setiap pembudidayaan dan pemeliharaan.

PENYAKIT

a) Penyakit pada kulit
Gejala: pada bagian tertentu berwarna merah, berubah warna dan tubuh berlendir.
Pengendalian: (1) direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10 liter air, pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian. (2) direndam dalam Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %.

b) Penyakit pada insang 
Gejala: tutup insang bengkak, Lembar insang pucat/keputihan.
Pengendalian: sama dengan di atas.

c) Penyakit pada organ dalam
Gejala: perut ikan bengkak, sisik berdiri, ikan tidak gesit.
Pengendalian: sama dengan di atas.

Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan nila:
a) Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
b) Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
c) Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
d) Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
e) Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
f) Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
g) Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

HAMA

a) Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

b) Ucrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.

c) Kodok
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menangkap dan membuang hidup-hidup.

d) Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.

e) Lingsang

Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.

f) Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.



Sumber : agromaret
  • 0 Comments
  • Share:
antok Farm

Upaya Bantul Produksi Benih Ikan

By antok Farm - January 14, 2013

Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengenjot peningkatan produksi benih ikan di daerah tersebut terus dilaksanakan.
 “Kami terus melakukan pembinaan dan mengupayakan bantuan induk agar produksi benih yang dihasilkan kelompok penangkaran benih terus meningkat,” kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Imam Subardiasa, Kamis.
Menurutnya, di Kabupaten Bantul kini terdapat sebanyak 62 kelompok usaha pembenihan rakyat dan empat unit Balai Benih Ikan (BBI) yang memrpoduksi benih ikan utama lele, gurami dan nila.
“Tiap tahun kami mengupayakan bantuan dari APBD Bantul, maupun dari pusat dalam bentuk indukan dan juga pembinaan, pengawasan dan pengendalian penyakit ikan melalui penyuluh PNS,” katanya.
Harapannya, dengan peningkatan produksi benih ikan dapat terus memenuhi kebutuhan benih ikan dari kelompok pembesaran maupun kelompok budi daya perikanan di daerah ini.
Ia menyebutkan, target produksi benih ikan per tahun mengalami peningkatan, seperti pada 2011 target benih mencapai sebanyak 146,1 juta ekor, sedangkan pada 2012 naik mencapai 160,7 juta ekor.
“Target produksi benih Bantul, kami estimasikan sebagai kebutuhan benih dalam setahun. Dan kami sangat apresiasi kebutuhan benih pada 2011 dapat terpenuhi, karena bisa terealisasi sebanyak 218,3 juta ekor,” katanya.
Sedangkan, realisasi produksi benih pada 2012 hingga triwulan tiga atau sampai September mencapai sebanyak 132,6 juta ekor.
“Kami optimistis produksi benih ikan tahun ini memenuhi kebutuhan, bahkan bisa lebihi target,” katanya.

Sumber : Antara, Budidaya ikan

  • 0 Comments
  • Share:
Benih Ikan Nila

Produk Ikan Nila Olahan Sebagai Solusi Stabilisasi Harga Jual Ikan Nila Konsumsi

By antOK - January 09, 2013

Harga jual produk perikanan memang terkadang mengalami lonjakan harga yang signifikan sehingga cukup menyenangkan bagi petani. Tetapi hal tersebut tidak selalu terjadi bahkan kebalikanya. Saat panen ikan tiba, saat produksi tinggi-tingginya harga ikan turun drastis. Untuk menagngani hal tersebut salah satunya adalah membuat variasi produk olahan perikanan. Berikut akan kami sampaikan salah satu contoh produsen produk olahan ikan nila di daerah kami, Yogyakarta. Produk ikan nila olahan industri rumah tangga Kabupaten Sleman, telah menembus pasaran luar Pulau Jawa seperti Bengkulu, dan Banjarmasin. Sedangkan pasar lokal meliputi Yogyakarta, Jakarta, Semarang, dan wilayah di eks Karasidenan Kedu.
Keberhasilan usaha ini, menurut Ketua Asosiasi Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Sleman, tidak lepas dari faktor peluang pasar yang masih terbuka lebar.
"Usaha pengolahan ikan nila terhitung masih jarang. Di Sleman hanya ada tiga pelaku home industry yang bergerak di sektor ini," katanya. 
Masing-masing produsen rata-rata menghasilkan 10 kilogram produk setiap hari. Olahan yang dihasilkan kebanyakan berupa keripik dan pepes.
Menangkap peluang pasar, sebagian pelaku usaha kini juga mulai mengembangkan ke jenis produk frozen (ikan beku), dan presto.
Beliau yang juga produsen ini mengaku, respon pasar terhadap dua produk baru tersebut cukup bagus. Kendati pemasaran masih sebatas lokal, namun mereka sudah memiliki segmen pasar khusus. Semisal, ikan beku yang lebih banyak disetorkan ke rumah makan Padang.
Selain untuk peluang di atas, hasil panen nila yang melimpah dan bisa menjadi salah satu penyebab turunnya harga jual, daging ikan nila juga bisa di jadikan produk kering berupa dendeng.  
Tentu saja hal itu juga harus ditunjang dengan teknik pembuatannya, yang sebenarnya sangat mudah. Secara singkat daging ikan cukup diolah secara mentah terlebih dahulu. Ada dua cara pengolahannya, disayat-sayat dan dilumatkan baru setelah itu diberi bumbu kemudian dikeringkan dengan sinar matahari atau oven dengan suhu 60 derajat C. Perlu diingat, kemasan yang menarik juga sangat berpengaruh bagi pemasaran produk yang mampu menaikkan produk murah menjadi lebih bernilai ekonomis ini.
Semoga Bermanfaat!!!!
 Sumber: agrosentris-berbagai sumber
  • 0 Comments
  • Share:
Older
Stories

VIDEO PROFIL ANTOK FARM

BUKU TAMU

SPONSOR

SPONSOR
SyifaBrand, Inc. @ 2018. Powered by Blogger.

Created with by BeautyTemplates.

Back to top